Lebih dari Sekadar Tren: Pink Morning Club & Road to Give Ajak Arek Suroboyo Lari Peduli Kanker Payudara

Reporter : Redaksi
Potret semangat para pelari Road to Give 2026 yang bergerak menyusuri jalanan Surabaya untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap kanker payudara. Foto: Hotel Sheraton

SURABAYA, Maribahas.com - Oktober selalu identik dengan sentuhan warna pink. Tentu saja ini bukan sekadar urusan fashion, karena bulan ini adalah momen global untuk Kepedulian Kanker Payudara (Breast Cancer Awareness Month).

Ngomongin kepedulian ternyata nggak melulu harus lewat seminar medis yang kaku. Kadang, dukungan paling solid justru dimulai dari hal simpel: pakai sepatu lari, keluar rumah, dan gerak bareng komunitas.

Baca juga: Tembok Kokoh Garuda: Momen Epik Emil Audero Diberi "Guard of Honor" di LaLiga Usai Bikin Striker ASEAN Kena Mental

Buat kalian warga Surabaya, besok pagi banget (Minggu, 11 Oktober 2026) bakal ada kegiatan seru bertajuk Pink Morning Club – Surabaya in Pink. Titik kumpulnya di Lobby Sheraton Surabaya Hotel & Towers mulai jam 05.30 WIB.

Ini bukan cuma ajang cari keringat, tapi juga jadi ruang interaksi untuk merawat solidaritas dan memberi energi positif buat para pejuang kanker, penyintas, serta pendamping (caregiver) mereka.

Semangat lari pagi itu ternyata berlanjut di hari Minggu depannya (18 Oktober 2026) lewat inisiatif Road to Give 2026. Berlokasi di Aloft by Marriott Surabaya Pakuwon City, acara ini diperkirakan bakal mengumpulkan sekitar 800 orang.

Mulai dari karyawan jaringan hotel hingga masyarakat umum bakal menyalurkan hobi olahraga menjadi aksi sosial.

Yang paling epik dari rangkaian ini, bakal ada 10 Marriott Runners yang nekat menempuh rute lari sejauh 26 kilometer keliling Surabaya membawa kampanye Moving with Purpose.

Baca juga: 17 Tahun Bonek Green Army: Saat Suporter Sepak Bola Ngajak "Manifesting" Jalur Langit

Rutenya ibarat menyambungkan titik kepedulian, mulai dari The Westin Surabaya, melewati berbagai hotel jaringan Marriott, mampir ke Reach to Recovery Surabaya, dan finish di Aloft Pakuwon City.

Lari sejauh ini jelas bukan ajang flexing smartwatch, melainkan sebuah simbol kuat.

"Tujuan besar selalu dimulai dari satu langkah. Yang terpenting adalah kemauan untuk bergerak, berbagi, dan mengambil bagian," ungkap Reza Aryawarman, Multi-Property General Manager jaringan hotel tersebut.

Baca juga: Bangga Pakai Motifnya, Tapi Yakin Itu "Batik" Beneran?

Terus, gimana buat kaum rebahan atau yang lututnya belum siap diajak lari jauh? Tenang aja, kepedulian nggak diukur dari jumlah keringat yang menetes. Kampanye ini membuka donasi publik tanpa batas minimum nominal. 

Dukungan sekecil apa pun dari layar ponsel kalian bakal sangat berarti untuk menemani perjalanan panjang mereka melawan kanker payudara.

Tren gaya hidup sehat di Surabaya kini sudah berevolusi menjadi gerakan kolektif yang bernyawa. Nah, mari bahas! Kalau soal kepedulian sosial, kalian tipe yang lebih suka support fisik turun ikutan lari ke lapangan, atau milih jalur silent support lewat donasi?

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru